Hari itu, Umah Tani dipenuhi tawa, rasa ingin tahu, dan langkah-langkah kecil yang penuh semangat. Siswa-siswi MI Daar El Rahmah datang bukan sekadar untuk berkunjung, tetapi untuk merasakan langsung pengalaman belajar di ruang kelas paling alami alam itu sendiri.
Dalam kegiatan field trip ini, para peserta diajak menjelajahi konsep integrated farming, sebuah sistem pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya ikan nila dengan teknologi RAS (Recirculating Aquaculture System), sistem aquaponik untuk sayuran, serta budidaya melon modern. Semua elemen tersebut saling terhubung dalam satu ekosistem yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dengan penuh antusias, anak-anak menyaksikan bagaimana teknologi dapat membantu pertanian menjadi lebih cerdas dan produktif. Mereka melihat air kolam ikan yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, serta bagaimana tanaman tumbuh sehat dalam sistem yang terintegrasi. Pengalaman ini membuka wawasan baru bahwa pertanian bukan hanya tentang tanah dan cangkul, tetapi juga tentang inovasi dan teknologi.
Keseruan semakin terasa ketika mereka diberi kesempatan langsung untuk belajar menanam melon. Mulai dari menyiapkan media tanam, menanam bibit, hingga memahami cara merawat tanaman dengan baik. Setiap proses dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan, sehingga anak-anak dapat memahami konsepnya sambil tetap menikmati setiap momen.
Lebih dari sekadar belajar teknik bertani, kegiatan ini juga menanamkan nilai penting tentang ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan, dan peran generasi muda dalam menjaga masa depan pangan bangsa. Senyum ceria yang terpancar dari wajah mereka menjadi bukti bahwa belajar di alam mampu menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna.
Field trip MI Daar El Rahmah bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi perjalanan inspiratif yang membuka mata dan hati. Dari lahan pertanian, anak-anak belajar tentang kehidupan, tanggung jawab, dan harapan. Karena di setiap benih yang ditanam, ada masa depan yang sedang tumbuh.



