Umah Tani menjadi ruang kolaborasi strategis melalui kunjungan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang didampingi oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten. Momentum ini menjadi penanda kuatnya komitmen bersama dalam mendorong pertanian berbasis inovasi, teknologi, dan kemandirian di tingkat lapangan.
Di lahan yang tumbuh dari semangat petani muda, Umah Tani menghadirkan konsep ruang belajar terbuka yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat. Mulai dari budidaya ikan nila sistem RAS, aquaponik, hidroponik, greenhouse melon, hingga pengelolaan limbah berbasis konsep zero waste semuanya dirancang sebagai model pertanian modern yang aplikatif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog antara kebijakan dan praktik nyata di lapangan. Di sinilah ide, pengalaman, dan harapan bertemu, untuk bersama-sama merumuskan masa depan pertanian yang lebih adaptif, efisien, dan ramah lingkungan.
Bagi Umah Tani, kehadiran Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dan Dinas Pertanian Provinsi Banten menjadi energi baru untuk terus berkembang sebagai Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan.
Karena pertanian masa depan tidak lahir dari teori semata,
tetapi dari kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk bergerak.



