Dalam rangkaian kegiatan Jejak Agro, mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tidak hanya belajar teori, tetapi menapaki langsung jejak masa depan pertanian. Di Umah Tani, mereka menyaksikan bagaimana teknologi, kreativitas, dan semangat generasi muda berpadu menjadi sistem pertanian dan perikanan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Kehadiran para dosen serta Kaprodi Agroekoteknologi memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Melalui motivasi yang inspiratif, para mahasiswa diajak melihat pertanian bukan sekadar profesi, melainkan ruang inovasi, ruang pengabdian, dan ruang untuk menciptakan perubahan nyata bagi bangsa.
Pelatihan ini membuka wawasan bahwa pertanian masa kini tidak lagi identik dengan cara konvensional. Sensor, sistem otomatisasi, integrasi budidaya, hingga konsep zero waste menjadi bagian dari ekosistem pertanian modern yang diperkenalkan kepada para peserta. Dari kolam ikan hingga greenhouse tanaman, setiap sudut menjadi laboratorium hidup yang mengajarkan bahwa teknologi dapat tumbuh berdampingan dengan alam.
Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Umah Tani sebagai pusat inovasi pertanian masa depan—tempat belajar, berkolaborasi, dan menumbuhkan harapan baru bagi ketahanan pangan Indonesia.
Karena di tangan generasi muda yang berani belajar dan berinovasi, pertanian bukan lagi masa lalu, melainkan masa depan yang penuh peluang dan kebanggaan.



