Program PESMA – Pesantren Sejahtera Mandiri mulai menapaki langkah awalnya. Di lahan Pondok Pesantren Daar El-Wafa, proses pengukuran dan penentuan titik pembangunan kolam menjadi tanda dimulainya sebuah perjalanan besar: perjalanan menuju kemandirian pesantren berbasis pertanian dan perikanan berkelanjutan.
Langkah ini mungkin terlihat sederhana hanya sebatas mengukur tanah, menentukan batas, dan menyiapkan area kolam. Namun di balik garis-garis ukur itu, tersimpan harapan yang lebih luas. Di sinilah nantinya air akan mengalir, ikan akan tumbuh, dan santri akan belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, serta makna kemandirian.
Kolam yang sedang dirancang bukan sekadar sarana budidaya, tetapi ruang belajar hidup. Dari proses menggali, menebar benih, merawat, hingga panen, santri akan merasakan bahwa kemandirian tidak datang secara instan. Ia lahir dari proses, kesabaran, dan ketekunan.
Kolaborasi antara Baitulmaal Munzalan dan Umah Tani menghadirkan semangat baru: menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan ramah lingkungan. Setiap langkah pembangunan menjadi bagian dari visi besarmembangun ekosistem pesantren yang produktif, hijau, dan berkelanjutan.
Karena dari tanah yang diukur hari ini, akan tumbuh kolam kehidupan.
Dari kolam itu, lahir kemandirian.
Dan dari pesantren, akan bangkit generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdaya.



