Hari ini menjadi momentum penting dalam perjalanan membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Bapak Yassierli, serta Wakil Wali Kota Serang, Bapak Nur Agis Aulia, secara resmi diluncurkan program pelatihan berbasis proyek (Smart / Project-Based Learning).
Program ini dirancang bukan hanya sebagai pelatihan biasa, tetapi sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyata. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung terlibat dalam proyek-proyek yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor pertanian modern, teknologi hijau, dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Momen ini semakin bersejarah dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Umah Tani Agriculture dan BBPLV Banten. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus membuka peluang kerja dan kewirausahaan bagi generasi muda.
Melalui sinergi ini, Umah Tani berkomitmen menjadi ruang belajar terbuka yang menghubungkan pendidikan, teknologi, dan praktik lapangan. Dari kolam ikan, greenhouse, hingga sistem pertanian berbasis IoT, setiap sudut Umah Tani menjadi laboratorium hidup bagi lahirnya inovator dan petani masa depan.
Kami percaya, masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh lahan yang luas, tetapi oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Karena itu, pelatihan berbasis proyek ini menjadi langkah nyata untuk mencetak generasi yang terampil, adaptif, dan berdaya saing.
Dari desa, kita bangun mimpi besar.
Dari pelatihan, lahir perubahan nyata.
Umah Tani untuk Indonesia yang lebih mandiri, hijau, dan berkelanjutan.



