Pekan Daerah KTNA Provinsi Banten bukan sekadar ajang silaturahmi petani dan nelayan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi tentang masa depan pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam salah satu sesi edukasi, Rizki Fatullah dari Umah Tani Agriculture hadir sebagai pemateri, bersama para narasumber lainnya, untuk membahas konsep integrated farming sebuah pendekatan pertanian terpadu yang menghubungkan berbagai sektor produksi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Di hadapan para petani dan peserta, Rizki menyampaikan bahwa pertanian masa depan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Ikan, sayuran, pupuk organik, hingga pengelolaan limbah bisa terhubung dalam satu sistem yang efisien dan bernilai ekonomi tinggi. Limbah dari satu sektor bukan lagi masalah, melainkan menjadi sumber daya bagi sektor lainnya.
Melalui contoh nyata dari praktik di Umah Tani, konsep integrated farming dijelaskan secara aplikatif:
- Limbah organik diolah menjadi pakan maggot.
- Maggot menjadi pakan ikan.
- Limbah air kolam dimanfaatkan untuk nutrisi tanaman melalui sistem aquaponik.
- Tanaman dan ikan dipanen dalam satu siklus ekonomi yang saling menguatkan.
Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga menciptakan sistem usaha yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.


Dalam penyampaiannya, Rizki juga memberikan motivasi kepada para petani bahwa perubahan tidak harus dimulai dari skala besar. Transformasi pertanian dimulai dari langkah kecil, dari kolam kecil, dari lahan sempit, dari keberanian untuk mencoba hal baru.
Ia menekankan bahwa petani masa kini harus menjadi petani cerdas:
petani yang memahami teknologi, mengelola usaha dengan perhitungan, serta berani berinovasi.
“Pertanian bukan lagi pekerjaan yang tertinggal zaman.
Pertanian adalah profesi masa depan, jika dikelola dengan ilmu, teknologi, dan semangat kolaborasi.”
Kehadiran Umah Tani dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen untuk terus mengedukasi, mendampingi, dan menginspirasi petani menuju sistem pertanian modern. Melalui pelatihan, field trip, konsultasi, hingga penyediaan sistem budidaya, Umah Tani berupaya menjadi mitra strategis bagi petani, pesantren, sekolah, dan komunitas yang ingin membangun kemandirian pangan.
Pekan Daerah KTNA menjadi pengingat bahwa masa depan pertanian ada di tangan para petani yang berani berubah. Ketika ilmu dipadukan dengan teknologi, dan semangat dipadukan dengan kolaborasi, maka pertanian tidak hanya menjadi sumber penghidupan tetapi juga sumber harapan.Bersama Umah Tani,
kita tidak hanya menanam dan memelihara.
Kita sedang menumbuhkan generasi petani masa depan



