Di Umah Tani, semangat muda terasa hidup. Langkah-langkah para petani milenial dari berbagai kabupaten dan kota se-Banten berkumpul dalam satu ruang, membawa mimpi yang sama: menjadikan pertanian sebagai sektor yang maju, mandiri, dan penuh inovasi.
Kegiatan Bimbingan Teknis yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten ini bukan sekadar agenda pelatihan, tetapi ruang pertemuan gagasan, pengalaman, dan semangat perubahan. Di sinilah para petani muda belajar, berdiskusi, dan merancang masa depan pertanian dengan cara yang lebih cerdas.
Di ruang inspirasi Umah Tani, ilmu tidak berhenti di teori. Peserta diajak melihat langsung bagaimana digitalisasi pertanian terintegrasi dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari. Mulai dari penggunaan teknologi, pengelolaan data produksi, hingga sistem kolaboratif yang membuat pertanian lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, para narasumber lainnya membuka perspektif baru tentang pentingnya akses permodalan, manajemen keuangan yang sehat, serta strategi membangun usaha tani yang kuat. Diskusi-diskusi ini menegaskan satu hal: petani masa depan tidak hanya piawai menanam, tetapi juga cakap mengelola bisnis, teknologi, dan jejaring.
Pertanian hari ini bukan lagi sekadar soal mencangkul tanah. Ia adalah tentang mengelola masa depan dengan inovasi, kolaborasi, dan keberanian untuk berubah. Hasil panen bukan satu-satunya tujuan, karena yang lebih penting adalah tumbuhnya nilai, kemandirian, dan kekuatan ekonomi di tengah masyarakat.
BIMTEK ini menjadi bukti bahwa generasi muda siap mengambil peran. Mereka bukan hanya pewaris lahan, tetapi juga pelopor perubahan. Dengan ilmu, teknologi, dan semangat kolaboratif, para petani milenial Banten sedang menulis babak baru dalam sejarah pertanian daerahnya.Umah Tani percaya, ketahanan pangan dimulai dari ketangguhan generasi mudanya.
Dan dari ruang sederhana ini, benih-benih inovasi terus disemai untuk masa depan pertanian Banten yang lebih kuat, modern, dan berdaya saing.



