Seminar Nasional 2025: Menyemai Gagasan, Menumbuhkan Ketahanan Pangan Banten

Seminar Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi Banten untuk meneguhkan kembali komitmen menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Bukan sekadar forum diskusi, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan gagasan, pengalaman, dan semangat kolaborasi dari berbagai unsur pemerintah, akademisi, hingga pelaku gerakan petani muda.

Kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Banten, jajaran Dinas Pertanian Provinsi Banten, serta Kaprodi Agribisnis UNTIRTA menjadi penanda bahwa isu pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi agenda strategis daerah yang harus dijaga bersama. Ketahanan pangan hari ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal inovasi, regenerasi petani, dan keberanian menghadapi perubahan zaman.

Forum ini semakin hidup dengan hadirnya para narasumber inspiratif yang membawa perspektif dari berbagai lini.

Bung R.S. Suroyo, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, menghadirkan pandangan strategis tentang pentingnya pembinaan petani muda sebagai fondasi kekuatan pangan nasional. Ia menekankan bahwa masa depan pertanian Indonesia akan ditentukan oleh seberapa serius kita menyiapkan generasi penerus yang berani, terampil, dan berdaya saing.

Semangat itu kemudian disambung oleh Kang Eko Toha, Sekretaris DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten, yang membawa energi gerakan kepemudaan di sektor pertanian. Ia menggambarkan bahwa pemuda tani bukan sekadar komunitas, melainkan gerakan sosial yang mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian dari sektor yang dianggap tradisional, menjadi ruang inovasi dan peluang ekonomi.

Sementara itu, Kang Rizki Fatullah, Founder Umah Tani, menghadirkan cerita nyata dari lapangan. Bukan teori, melainkan praktik. Ia berbagi pengalaman membangun sistem integrated farming, memadukan teknologi, perikanan, hortikultura, dan konsep zero waste dalam satu ekosistem yang produktif. Dari kolam ikan hingga kebun sayur, dari IoT hingga pelatihan generasi muda semuanya menjadi bukti bahwa pertanian modern bisa dikelola secara cerdas, menyenangkan, dan bernilai ekonomi.

Ketiga narasumber ini tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan arah baru: bahwa generasi muda harus menjadi motor perubahan, bukan sekadar penonton. Pertanian bukan lagi ruang yang sepi, melainkan panggung kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.

Dalam forum ini, Umah Tani hadir sebagai simbol perubahan itu sendiri. Sebuah ruang belajar yang membuktikan bahwa pertanian dapat dikerjakan dengan pendekatan modern, berbasis teknologi, kolaboratif, dan penuh peluang masa depan.

Seminar ini mengajak semua pihak untuk bergerak lebih cepat, berpikir lebih inovatif, dan bersama-sama membangun sistem pangan lokal yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Karena ketahanan pangan tidak lahir dari satu pihak saja.
Ia tumbuh dari kolaborasi, dari gagasan yang ditanam hari ini, dan dari generasi muda yang berani merawatnya untuk masa depan.

Inilah ruang inspirasi.
Inilah panggung kreativitas.
Dan inilah langkah kecil menuju ketahanan pangan yang besar.

Bagikan Postingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *