Apa yang dimulai dari langkah kecil di tengah kebun dan kolam, kini tumbuh menjadi gerakan belajar yang nyata.
Field trip siswa-siswi SD Agis di Umah Tani bukan sekadar kunjungan singkat. Di sana, mereka melihat langsung bagaimana ikan, tanaman, dan teknologi saling terhubung dalam satu ekosistem terpadu. Mereka memberi makan ikan, memanen sayuran, dan memahami bahwa air serta limbah pun bisa dikelola kembali menjadi sumber kehidupan.
Dari pengalaman sederhana itu, tumbuh inspirasi besar.
Tergerak oleh pembelajaran yang seru dan penuh makna, SD Agis kini menghadirkan Aquaponik Edukatif dari Umah Tani sebagai media belajar di sekolah. Sistem ini bukan hanya instalasi pertanian, tetapi ruang belajar hidup yang menggabungkan sains, teknologi, lingkungan, dan kemandirian pangan dalam satu kesatuan.
Di dalamnya, siswa tidak hanya membaca teori. Mereka akan merawat ikan, menanam sayuran, mengamati siklus air, dan memahami konsep zero waste secara nyata. Belajar tidak lagi terasa kaku, karena setiap hari mereka melihat bagaimana kehidupan tumbuh dari tangan mereka sendiri.
Inilah pendidikan yang membumi belajar dari alam, untuk masa depan.
Kolaborasi ini menjadi langkah kecil dengan dampak besar: menumbuhkan generasi yang peduli lingkungan, kreatif, serta melek teknologi sejak usia dini. Bersama Umah Tani, sekolah tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai, keterampilan, dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.Karena masa depan pertanian Indonesia, bisa dimulai dari satu kolam kecil…
di halaman sekolah.



